Kompetisi lari dalam SAC Indonesia

Lari maraton menjadi salah satu kompetisi atletik paling diminati di dunia. Setiap peserta wajib menyelesaikan tantangan berlari sejauh 42,195 Km di jalanan kota. Setiap peserta yang mengikuti perlombaan ini wajib menyelesaikan rute tersebut dalam kurun waktu di bawah 6 jam (rata-rata cut off time kompetisi maraton). 

Dengan jarak tempuh yang panjang dan waktu yang sangat sedikit, ini membuat beberapa orang memerlukan persiapan khusus dalam mencoba lari maraton. Bagi kamu sedang memiliki serangkaian bucket list lari maraton, berikut SAC Indonesia merangkum 7 hal yang perlu dilakukan sebelum mengikuti kompetisi lari maraton.

1. Siapkan Rencana Jauh-jauh Hari, Jangan Menggunakan Barang atau Berlatih Secara Mendadak

Satu hal yang paling penting untuk diingat sebelum kompetisi lari maraton adalah menyiapkan rencana jauh-jauh hari. Jangan berlatih secara mendadak. Juga jangan menggunakan barang baru dalam kompetisi lari maraton. 

Sebelum berkompetisi dalam lari maraton, berlatih secara rutin dengan jarak dan periode yang sama dapat melatih tubuh menyesuaikan diri untuk perlombaan lari maraton. Ini karena lari maraton membutuhkan ketahanan tubuh yang tinggi. 

Mencoba beberapa hal baru dalam lari maraton bukanlah ide yang bagus untuk pengalaman berlari, karena kamu belum mengetahui bagaimana tubuhmu bereaksi terhadap hal-hal baru. 

Baca Juga: Lari Maraton: Pengertian, Sejarah, Teknik dan Manfaat

2. Cobalah Semua Hal yang Kamu Gunakan Sebelum Perlombaan Lari Maraton Tiba

Jika kamu ingin menggunakan beberapa hal baru dalam perlombaan lari maraton, pastikan kamu mencobanya. Misalnya, energi gel, hydration packs bahkan sepatu baru. Ini akan memberikan pandangan bagaimana kondisimu saat berlari sejauh 42 Km. 

3. Mulailah Mengurangi Latihan Lari

Para ahli menyarankan untuk mengurangi latihan sekitar tiga minggu sebelum kompetisi lari maraton. Jika kamu memiliki pendamping dan mengikuti jadwal lari, akan lebih sering mendapatkan saran untuk tidak terlalu berat melakukan latihan hingga hari perlombaan. Tetapi kamu masih membutuhkan jogging ringan. Namun, jangan sampai kelelahan sebelum perlombaan. 

Baca Juga: 7 Kesalahan yang Wajib Dihindari dalam Lari Maraton

4. Makan Makanan Berprotein

Sebelum melakukan lari maraton, sebaiknya makan protein lebih banyak dua hari sebelum lomba, karena dibutuhkan sekitar dua hari sebelum tubuh mencerna bahan makanan untuk bahan bakar. Tubuh akan membakar protein sebagai bahan bakar selama lari, jadi sebaiknya konsumsi daging tanpa lemak, ayam, atau ikan sebelum maraton. Namun, sehari sebelum lomba, kamu sebaiknya mengurangi konsumsi protein. Hindari apa pun yang akan membuat perut sakit. 

5. Tetap Terhidrasi

Sehari sebelum lomba sebaiknya minum air putih yang cukup. Namun, sebelum memulai lari, pelari tidak perlu minum banyak sebelum lomba. Pelari perlu banyak minum sehari sebelumnya. Ini periode yang baik agar tubuh memulai start dengan fresh. Saat menjalankan perlombaan lari maraton, akan ada banyak water station. Water station ini biasanya berisi air atau minuman elektrolit.

Baca Juga: Kenapa Jarak Lari Maraton 42 Kilometer? Begini Sejarah dan Penjelasannya

6. Istirahat yang Cukup

Malam sebelum lomba lari maraton, tidak perlu berlebihan saat tidur. Ikuti jam tubuh normal, dan istirahat dengan tidak berlebihan. Istirahat yang cukup dapat membuat tubuh tak perlu istirahat berlebihan. 

7. Perhatikan Cuaca

Cari tahu kondisi cuaca sebelum mulai melakukan perlombaan lari maraton. Agar tubuhmu dapat menyesuaikan diri.

Dalam latihan, pertimbangkan untuk melakukan beberapa kali lari dalam suhu dingin, suhu panas, hujan, atau bahkan angin. Sehingga pelari tahu bagaimana reaksi tubuh terhadap cuaca. Ingatlah bahwa cuaca dapat memengaruhi pakaian, jadi pastikan untuk berpakaian dengan benar untuk hari perlombaan. (*)

  RELATED ARTICLES