Petugas pertandingan memberikan arahan penggunaan start block pada peserta lari jarak pendek 60 meter putra

Energen Champion Student Athletics Championships (SAC) Indonesia merupakan kompetisi atletik terbesar di Tanah Air. Meskipun pesertanya berasal dari kalangan pelajar, standar yang digunakan dalam SAC Indonesia mengacu pada peraturan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Salah satunya penggunaan start block atau starting block. 

Start block atau starting block merupakan benda tetap dengan permukaan miring yang digunakan atlet lari sebagai pijakan. Tujuan digunakannya benda ini adalah menahan kaki para peserta saat mereka mendorong badannya untuk mulai berlari agar tidak tergelincir. Alat ini biasanya dipakai dalam nomor lari jarak pendek dan estafet. 

Rangka start block terbuat dari plat besi. Yang memiliki ketebalan hingga 2,55 milimeter. Dengan kemiringan pada pijakannya mencapai 45 derajat. Biasanya, para atlet diberikan kesempatan untuk mencoba start berlari menggunakan start block. Apalagi, dalam SAC Indonesia, banyak pelajar yang masih awam dengan alat ini. 

Baca Juga: Bola Tolak Peluru Terbuat dari Apa? Begini Penjelasannya!

Start block baru akan digunakan pada nomor atletik yang menggunakan start jongkok. Dalam Energen Champion SAC Indonesia, nomor lintasan jarak pendek dan estafet menggunakan alat tersebut. Sementara nomor lari jarak menengah menggunakan start melayang. Sehingga start block tak digunakan dalam nomor tersebut. 

Start block dikembangkan pada akhir 1920-an. Yang bertujuan sebagai alternatif agar perlombaan lari tak perlu menggali lubang ke dalam tanah untuk penahan ketika berlari. Alat ini dipatenkan pada tahun 1935, dan secara resmi telah digunakan pada awal perlombaan sprint sejak 1937. Sejak saat itu, start block telah diajukan oleh lembaga hak cipta AS. (*)

  RELATED ARTICLES