Tim estafet putri dari SMAN 9 Surabaya usai berlomba dalam Energen Champion SAC Indonesia - East Java Qualifiers

Seluruh peserta yang lolos ke babak National Championship telah mempersiapkan diri. Tak terkecuali tim estafet putri SMAN 9 Surabaya. Juara Energen Champion Student Athletics Championships (SAC) Indonesia - East Java Qualifiers dalam nomor 4x100 meter putri itu tetap menikmati liburan sambil berlatih untuk meraih juara di babak puncak. 

“Kita sudah hampir siap. Sedikit lagi. Ini kan lagi liburan nih kita juga ikut merasakannya tapi dengan cara yang berbeda. Liburannya dengan latihan,” tutur Irene Quincy, salah satu skuad Songo. 

National Championship menjadi event nasional pertama dari tim estafet putri SMAN 9 Surabaya. Yang terdiri dari Alvia Nanda Rahmania, Irene Quincy, Salsabila Dita Aprilia dan Salsabila Berliana Putri. Mereka mengaku serius menghadapi kompetisi tersebut. Dan berharap bisa pecah rekor lagi. 

Baca Juga: Nazhwa dan Irene Sanyoto Siap Harumkan Nama Yogyakarta di National Championship

“Program kita sebelum latihan full estafet itu mengangkat paha, program 3,4,5 yang artinya lari 30 meter, 40 meter, 50 meter, buat menambah speed terus. Dan juga kita nggak lupa melakukan gym,” tambah Irene.

Sebelumnya, rekor 4x100 meter putri digenggam oleh SMAN 9 Surabaya. Dengan mengantongi catatan waktu 56,03 detik. Sayangnya, rekor tersebut dipatahkan oleh srikandi SMKN 1 Bawang dari Central Java Qualifiers. Dengan perolehan waktu 54,84 detik. 

“Awalnya kita sedih. Terus sempat down juga. Tetapi kita bilang tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Kita harus melakukannya secara maksimal, always doa, harus yakin sama diri sendiri. Dia juga manusia sama sama makan nasi ngapain harus takut,” lanjut Irene, penuh percaya diri. 

Baca Juga: Dulu Pemain Bola, Dimas Satya Sekarang Serius di Atletik

Saran itulah yang juga diberikan oleh pelatih srikandi SMAN 9 Surabaya. Bahwa mereka harus fokus pada perlombaan. Juga memperkuat mental dan chemistry antar pemain. “Karena kerja sama di antara kita itu yang terpenting. Kalau capek atau sudah mulai sedikit stres kita bareng-bareng healing. Dengan renang misalnya,” tambahnya. 

Energen Champion SAC Indonesia menjaring pelajar bertalenta dari sembilan Regional Qualifiers. Yakni Bali-Nusa Tenggara (Mataram), Papua (Mimika), Yogyakarta (Yogyakarta), Kalimantan (Banjarmasin), East Java (Surabaya), North Sumatera (Medan), DKI Jakarta-Banten (Jakarta), West Java (Bandung) dan Central Java (Semarang). 

Energen Champion SAC Indonesia merupakan kompetisi atletik paling akbar di Indonesia. Acara ini diadakan oleh Energen Champion, bekerja sama dengan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) dan DBL Indonesia. Energen Champion adalah minuman cokelat berenergi yang mengandung susu dan telur dari Mayora. (*)

  RELATED ARTICLES