Yad Hafizudin, Champion SAC dalam lari jarak menengah, dalam final Energen Champion SAC Indonesia di Stadion Madya, GBK, Jakarta

Lari jarak menengah memiliki banyak tantangan. Jika dalam lomba lari jarak pendek memiliki tantangan dalam start block, lari jarak menengah memiliki tantangan dalam melewati tikungan. Kali ini, SAC Indonesia akan membahas tentang bagaimana tips melewati tikungan lari jarak menengah. Pasalnya, tikungan dapat menjadi area di mana pelari lain menaikkan momentum. 

Baca Juga: Lari Jarak Menengah: Pengertian, Sejarah, Teknik Dasar dan Manfaat

1. Pandangan Fokus

Saat melewati tikungan pastikan untuk selalu fokus. Baik dalam melihat garis lintasan, membaca gerakan lawan dan berhati-hati saat berbelok. Pasalnya, garis tikungan dalam lintasan lari akan sedikit kompleks saat berada di tikungan. 

Dalam lari jarak menengah 800 meter, peserta boleh berpindah lintasan setelah tikungan pertama. Waktu berpindah ini memperbolehkan pelari mengambil lintasan terdalam. Sehingga, pelari perlu berhati-hati dalam memposisikan tubuh saat berbelok. Posisikan kepala tidak menunduk, namun juga tidak terlalu mendongak. Sehingga pandangan kalian akan tetap fokus. 

Sementara itu dalam lari jarak menengah 1,000 meter, peserta boleh berpindah lintasan tak lama start dilakukan. Peserta boleh mengambil lintasan terdalam sebelum berada di tikungan. Oleh karena itu, peserta harus berhati-hati. 

Baca Juga: Macam-Macam Lari Jarak Menengah

2. Menjaga Kecepatan dan Keseimbangan Tubuh

Saat melewati tikungan dalam lari jarak menengah, tubuh secara sponstan akan lebih waspada. Biasanya, pelari akan secara tidak sengaja menurunkan kecepatannya. Namun, menurunkan kecepatan dapat membuka peluang lawan untuk menyalip. Sehingga, pelari perlu menjaga kecepatan dan keseimbangan tubuh. Pelari perlu membuat penekanan lebih dalam saat kaki bagian bawah menyentuh lintasan. Selain itu, lengan bagian kanan ayunkan lebih lebar dari lengan kiri. 

3. Posisi Tubuh

Karena setiap tikungan pada lintasan lari selalu berada di sebelah kiri, maka saat melewati tikungan dalam lari jarak menengah, posisi tubuh dan kepala juga harus dimiringkan ke sebelah kiri. Hal ini agar tubuh dapat secara perlahan menyesuaikan gerakan lari saat berbelok. Juga mempermudah pelari untuk tetap menjaga kecepatannya. 

4. Ayunan Tangan

Saat berada di lintasan luru, pelari jarak menengah dapat mengayun selebar mungkin. Namun saat melewati tikungan, pelari harus memperlebar ayunan lengan kanan sementara ayunan lengan kiri lebih menyempit. Ini dilakukan karena posisi tubuh saat melewati tikungan lebih condong ke sebelah kiri. Selain itu, gerakan ini dilakukan agar tubuh lebih seimbang. (*)

  RELATED ARTICLES