Dwi Prasetyo (tengah) saat menerima penghargaan sebagai juara 100 meter putra dalam Energen Champion SAC Indonesia - Jakarta-Banten Qualifiers

Dwi Prasetyo begitu digdaya dalam Energen Champion Student Athletics Championships (SAC) Indonesia - Jakarta-Banten Qualifiers. Siswa SMAN 29 Jakarta itu menjuarai nomor 100 meter putra. Tyo, panggilannya, berhasil melesat ke garis finis dengan catatan waktu 11,67 detik. Membuatnya mendapat satu tempat di babak National Championship.

Energen Champion SAC Indonesia - Jakarta-Banten Qualifiers bukan kompetisi pertama yang dikuasai oleh Tyo. Siswa kelas XII itu sudah mondar-mandir di kejuaraan bergengsi. Salah satunya kejuaraan atletik bulanan di DKI Jakarta. 

“Bisa menang di Energen Champion SAC Indonesia itu sangat senang. Karena di sini banyak mendapat pengalaman baru dan juga teman baru. Terus panitia nya juga ramah-tamah. Kemasan Energen Champion SAC Indonesia juga sangat meriah dan megah,” katanya. 

BACA JUGA: National Championship Menanti Delegasi Jakarta-Banten Qualifiers

Tyo mengidolakan Lalu Muhammad Zohri. Juga ingin mengikuti jejaknya. Bahkan perjalanan karier-nya pun mirip. Tyo awalnya menggeluti olahraga sepakbola. Sama seperti Zohri. Sayang, olahraga tersebut tak cocok dengannya. 

“Waktu SMP saya diajak guru olahraga untuk ikut perlombaan antara sekolah se-Jakarta Selatan dan saya bertemu teman dari SMP lain. Akhirnya saya ikut mereka latihan atletik bersama di GOR Soemantri. Hingga sekarang, saya merasa bahwa atletik sangat cocok dengan saya,” ungkap Tyo. 

Tyo nantinya akan bertemu M. Fahril Wardanang. Pemegang rekor 100 meter putra di SAC Indonesia dari SMAN 1 Woja di Bali-Nusra Qualifiers. Pun Lalu Muhammad Septian Kusuma. Terbaik kedua untuk nomor 100 meter putra. Yang sukses mencatatkan waktu 11,19 detik.

BACA JUGA: Pertama Kali Ikut Kompetisi Tolak Peluru, Wakil SMPN 232 Jakarta Raih Juara

“Saya akan lebih semangat lagi berlatih untuk National Championship. Saya juga harus harus menjaga kondisi, tidur yang cukup, makan yg seimbang, lalu berdoa dan ikhtiar. Saya bisa mengharumkan nama kota saya yaitu DKI Jakarta dan juga mengharumkan nama sekolah saya,” kata Tyo. 

Energen Champion SAC Indonesia menjaring anak-anak muda bertalenta dari sembilan Regional Qualifiers. Yakni Bali-Nusa Tenggara (Mataram), Papua (Mimika), Yogyakarta (Yogyakarta), West Java (Bandung), North Sumatera (Medan), DKI Jakarta-Banten (Jakarta), Kalimantan (Banjarmasin), Central Java (Semarang), dan East Java (Surabaya).

BACA JUGA: SMAN 2 Tangerang Selatan Mendominasi Penyisihan 1.000 Meter

Khusus jenjang SMA, juara dan runner-up dari semua nomor akan melaju ke babak National Championship. Yang akan dihelat di Jakarta pada 13-15 Januari 2023. Kemudian, para juara National Championship berkesempatan mengikuti training camp di Australia.

Energen Champion SAC Indonesia merupakan kompetisi atletik paling akbar di Indonesia. Acara ini diadakan oleh Energen Champion, bekerja sama dengan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) dan DBL Indonesia. Energen Champion adalah minuman cokelat berenergi yang mengandung susu dan telur dari Mayora. (*)

  RELATED ARTICLES