Ramadan biasanya mendorong para atlet mengatur ulang jadwal latihan yang disesuaikan dengan lama waktu puasa, jadwal kerja, tidur hingga recovery. Ini karena banyak yang beranggapan bahwa puasa Ramadan akan memberikan pengalaman lebih melelahkan dibandingkan hari latihan biasanya. 

Di Indonesia, puasa Ramadan biasanya akan dimulai sekitar pukul 05.00 WIB pagi. Karena itu, penelitian mengungkapkan bahwa lebih dari 80 persen atlet yang menjalani ibadah puasa khawatir tentang cara berolahraga yang aman selama berpuasa. 

Seperempat dari survei mengatakan mereka akan lebih sedikit berlatih dari biasanya. Ini terjadi agar tubuh mereka tidak terlalu kelelahan. Sementara sisanya mengaku bingung bagaimana cara berolahraga dengan aman selama puasa. 

Nah, kali ini SAC Indonesia akan memberikan beberapa tips yang bisa kamu gunakan selama menjalani Ramadan. Ada empat pilar utama yang harus dipertimbangkan dalam pola hidup seorang atlet saat menjalankan Ramadan:

1. Lengkapi Nutrisi 

Saat menjalani ibadah puasa, sebaiknya para atlet mengisi tubuh dengan makanan yang padat nutrisi. Misalnya, sayuran dan buah yang mengandung vitamin, juga ikan dan telur yang mengandung protein. Ini berfungsi agar tubuh atlet dapat menyediakan energi yang cukup saat berlatih keesokan harinya. Selain itu, konsumsi makanan padat nutrisi juga akan membuat tubuh melakukan pelepasan energi lebih lambat. 

2. Minum Air yang Cukup

Minum air yang cukup merupakan salah satu cara agar tubuh atlet tidak cepat lemas ketika berlatih di luar ruangan dalam cuaca panas. Selain itu, minum air yang cukup juga dapat membuat tubuh memulai hari lebih fresh. Hindari minuman yang berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan keesokan harinya. Dan pastikan cairan yang masuk ke tubuh tidak menimbulkan penyakit tertentu. 

Baca Juga: 5 Atlet Atletik Dunia yang Tetap Puasa Saat Berkompetisi atau Latihan

3. Pola Tidur yang Cukup

Saat Ramadan, biasanya atlet melakukan beberapa penyesuaian untuk pola tidur. Pasalnya, ada beberapa waktu recovery digunakan untuk mengisi kegiatan Ramadan. Atlet disarankan untuk tidur siang singkat di siang hari, dan meluangkan waktu recovery lebih banyak. Sementara itu, pastikan di malam hari tidak ada aktivitas yang mengharuskan tubuh begadang hingga pagi. 

4. Pengurangan Porsi Latihan

Idealnya penerapan larihan saat Ramadan lebih sedikit daripada hari biasanya, atau membuat sesi intens latihan dilakukan setelah atlet berbuka puasa. Sementara itu, selama puasa, atlet bisa melakukan beberapa drills ringan dan belajar teknik yang tidak mengharuskan banyak bergerak. (*)

  RELATED ARTICLES