Perlombaan lari jarak jauh di SAC Indonesia

Melakukan beberapa kesalahan saat berlari adalah hal yang lumrah, meskipun kamu adalah seorang pelari berpengalaman. Kesalahan membantu kita belajar dan mengembangkan strategi selama berlari. Namun, ada beberapa hal yang sebaiknya selalu dihindari dalam lari jarak jauh.

Lari jarak jauh adalah olahraga yang menempuh jarak di atas 1.500m, di antaranya 3.000m, 5.000m dan 10.000m. Olahraga lari jarak jauh disebut-sebut yang melelahkan secara fisik. Namun dengan rencana latihan dan persiapan mental yang tepat, semua pelari dapat menaklukkan lari jarak jauh.

Berikut ini SAC Indonesia rangkum apa saja kesalahan yang sering terjadi dalam lari jarak jauh. 

1. Start dengan Pace Terlalu Cepat

Lari jarak jauh membutuhkan strategi penggunaan pace yang berbeda. Jangan memulai berlari terlalu cepat. Namun perhatikan periode kapan waktu yang tepat saat berlari cepat atau kapan saat berlari lebih lambat. 

Kesuksesan dalam lari jarak jauh adalah bagaimana menyelesaikan tantangan berlari dengan jarak tempuh yang jauh. Bukan untuk menempatkan siapa yang tercepat. Tujuan menempuh lari jarak jauh secara bertahap adalah membantu tubuh beradaptasi. 

Baca Juga: Lari Jarak Jauh: Pengertian, Variasi, Teknik Dasar dan Sejarah

2. Tidak Makan atau Minum Saat Berlari

Kesalahan besar yang dilakukan pelari saat lari jarak jauh adalah tidak makan atau minum apa pun saat berlari. Kebanyakan pelari merasa bahwa makan karbohidrat dan menyiapkan nutrisi sebelum lari sudah cukup untuk menambahkan energi.

Seiring bertambahnya jarak tempuh, tubuh akan membutuhkan energi yang bekerja cepat secara teratur untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Menunggu bahan bakar sampai benar-benar merasa lapar bukanlah hal yang bagus bagi pelari.

Buatlah strategi hidrasi dan pengisian bahan bakar yang dapat memberikan tubuh air dan energi secara teratur setidaknya setiap 60 menit. Rencanakan terlebih dahulu konsumsi air makanan ringan yang mudah dikonsumsi selama berlari.

3. Mencoba Perlengkapan Baru untuk Pertama Kalinya

Latihan adalah waktu yang tepat untuk mencoba perlengkapan, gadget, dan produk olahraga baru. Namun, alat-alat ini sebaiknya digunakan untuk aktivitas lari ringan. Mencoba sepatu atau pakaian baru dalam lara jarak jauh bisa menyebabkan cedera atau lecet.

Usahakan untuk mencoba semua perlengkapan lari baru setidaknya sekali selama latihan lari ringan sebelum menggunakannya dalam lari jarak jauh . Mencoba sesuatu yang baru adalah salah satu hal terburuk yang harus dilakukan dalam lari jarak jauh. 

Baca Juga: Penggunaan Start dalam Lari Jarak Jauh

4. Hindari Melakukan Lari Jarak Jauh Setelah Latihan Keras

Hindari melakukan lari jarak jauh setelah sesi latihan yang berat atau latihan kecepatan yang intens. Gabungkan berbagai latihan dan siapkan tubuh untuk melakukan lari jarak jauh. Salah satu caranya adalah memberikan banyak waktu tubuh untuk pulih sebelumnya.

Tips lari jarak jauh yang sederhana adalah selalu memulai lari dengan kaki yang fresh, sehingga tubuh dapat memaksimalkan jarak tempuh.

5. Cepat-cepat Makan Sebelum Lari

Bukan rahasia lagi bahwa lari jarak jauh membutuhkan banyak kalori dan bahan bakar. Penting untuk mengatur waktu pemuatan karbohidrat dengan tepat. Kesalahan lari yang umum terjadi adalah mengisi bahan bakar terus menerus tepat sebelum melakukan lari jarak jauh.

Makan terlalu cepat sebelum lari, terutama lari jarak jauh, biasanya menimbulkan gangguan pencernaan karena tubuh tidak dapat mencerna makanan sepenuhnya sebelum mulai berlari. Hal ini dapat menyebabkan masalah perut dan mengganggu aktivitas lari. (*)

 

  RELATED ARTICLES