Lari 100 meter adalah salah satu kompetisi atletik paling populer di dunia. Dalam olahraga ini, sprinter harus berlari dalam garis lurus secepat mungkin. Untuk menentukan pemenangnya, pelari pertama yang melewati garis finis adalah yang dipilih. 

Meskipun tampaknya sederhana, lari 100 meter tetap memiliki aturan. Aturan kompetisi untuk lari 100 meter diatur oleh World Athletics. 

Start 

Setiap sprinter 100 meter harus memulai balapan dengan kaki di start block. Start balapan resmi akan menempatkan sprinter ke masing-masing start block dan atas perintah, pelari akan mengambil posisi yang telah ditentukan.

Posisi yang ditetapkan mengharuskan pelari untuk meletakkan kedua kaki di start block dan mengambil posisi dengan menempatkan tangan sebagai penyangga tubuh. Pelari akan mulai berlari ketika starter menembakkan pistol. 

Baca Juga: Lari Jarak Pendek: Pengertian, Sejarah, Teknik Dasar dan Manfaat

False Start

Ketika kaki seorang pelari meninggalkan start block terlebih dahulu sebelum pistol berbunyi, maka pelari akan terkena false start. Dalam perlombaan pelajar, pelari diputuskan melakukan false start diputuskan oleh starter atau wasit balapan yang ditugaskan. 

Pada kompetisi internasional, false start menjadi salah satu regulasi penting. Teknologi false start yang diterapkan bertujuan untuk mengukur waktu reaksi pelari kurang dari 0,12 detik setelah pistol berbunyi. Dalam Energen Champion SAC Indonesia, teknologi ini juga diadopsi.

Waktu reaksi diukur dengan tekanan pada start block, dengan 0,12 detik menjadi waktu alami yang dibutuhkan untuk memproses informasi dari otak ke otot.

Lintasan 

Lebar lintasan ditentukan oleh aturan World Athletics. Setiap sprinter 100 meter yang keluar dari lintasan atau menghalangi jalan pelari lain akan secara otomatis didiskualifikasi dari perlombaan.

Menginjak garis putih dianggap telah meninggalkan lintasan selama balapan berlangsung. Dalam keadaan seperti ini, wasit perlombaan dapat memerintahkan agar perlombaan diulang kembali jika dianggap perlu atau atlet akan digugurkan dalam hasil akhir. 

Baca Juga: Macam-macam Lari Jarak Pendek dalam Olahraga Atletik

Finis

Finis adalah tahap yang menentukan dalam balapan, dan sangat seru ketika para sprinter saling berdekatan. Aturan World Athletics menyatakan bahwa waktu seorang pelari dicatat ketika bagian torso tubuh melewati garis finis. Dalam lomba 100 meter pelajar pemenang ditentukan oleh wasit lomba di garis finis.

Dalam kompetisi internasional World Athletics mengharuskan dipasangnya teknologi untuk mencatat waktu finis. Meskipun Energen Champion SAC Indonesia adalah perlombaan pelajar, kompetisi SAC juga menggunakan Photo FInish. Pencatatan waktu yang akurat. (*)

  RELATED ARTICLES