Anggasta Mulky Damara saat leading dalam 1.000 Meter Putra di Energen Champion SAC National Championship

Para peserta dan juara Energen Champion SAC Indonesia mengubah pola latihan mereka selama Ramadan. Namun, itu tak berlaku untuk Anggasta Mulky Damara. Finalis Energen Champion SAC National Championship dari SMAN 1 tengaran tersebut tetap melakukan latihan pada pagi harinya, meskipun dalam kondisi berpuasa. 

“Pas puasa Ramadan itu bangun lebih awal karena sahur juga kan. Terus habis itu paginya baru latihan. Kalau biasanya banyak yang absen latihan pagi karena puasa, aku nggak. Cuma latihannya ringan aja. Paling cuma ABC drill. Terus latihan penguatan, peregangan juga biar nggak kaget pas latihan intensitas tinggi,” kata Anggasta. 

Setelah latihan pagi. Anggasta langsung melanjutkan aktivitas dengan bersekolah. Ia justru lebih suka menghabiskan waktu puasa untuk melakukan berbagai kegiatan. Menurutnya, itu dapat mengurangi rasa lapar dan waktu berpuasa lebih bermanfaat. 

“Terus setelah sekolah baru deh latihan sore dengan intensitas yang lebih tinggi. Nah kalau latihan ini di-gas juga nggak apa-apa. Karena kan sudah mendekati waktu berbuka. Jadi kalau ngerasa lapar dan haus bisa cepat-cepat berbuka,” jelas Anggasta. 

Baca Juga: Anggasta Mulky Damara Temukan Bakat Lari Melalui Bulu Tangkis

Ada satu tips yang biasanya diterapkan Anggasta agar tidak mudah lemas saat melakukan aktivitas berat saat puasa. Yakni tidak banyak minum air es dan mengurangi makan makanan yang pedas. “Tapi biar nggak gampang lemas ya jangan latihan pagi dengan intensitas tinggi, takut mokel,” tutur Anggasta. 

Anggasta Mulky Damara merupakan peraih podium 3rd place dalam Energen Champion SAC National Championship di nomor lari jarak menengah. Rencananya, ia akan mengikuti kembali Energen Champion SAC Indonesia. “Pokoknya top buat SAC Indonesia dan kalau ada kesempatan lagi akan ikut,” tutupnya. 

Energen Champion SAC Indonesia 2022 sukses menjaring pelajar bertalenta dari sembilan Regional Qualifiers. Yakni Bali Nusa Tenggara (Mataram), Papua (Mimika), Yogyakarta (Yogyakarta), Kalimantan (Banjarmasin), East Java (Surabaya), North Sumatera (Medan), DKI Jakarta Banten (Jakarta), West Java (Bandung) dan Central Java (Semarang). Sejak akhir September hingga pertengahan Desember. (*)

  RELATED ARTICLES