Babak penyisihan lari 100 meter dalam Energen Champion SAC National Championship

Dihanis Arsita, siswi SMAN 4 Malang, berhasil menaklukan lari 100 meter putri dalam perlombaan Energen Champion SAC National Championship, yang digelar di Stadion Madya, Jakarta, Januari lalu. Dihanis berhasil menembus garis finish dengan catatan waktu 13,16 detik. Berkat itu, Dihanis mendapat reward untuk training camp ke Australia. 

Di tengah kesibukannya latihan dan persiapan untuk ke Australia, sacindonesia.com berkesempatan untuk ngobrol bareng Dihanis. Siswi berusia 18 tahun itu membocorkan beberapa rahasia latihannya selama ini, apa saja ya?

1. Lari Sprint Interval

Seorang pelajar yang berkecimpung di dunia olahraga pasti pernah mendengar lari interval. Khususnya bagi seorang pelari. Menurut Healthline, lari interval dipercaya dapat menambah kecepatan seorang pelari. 

Lari interval adalah metode lari untuk peningkatan intensitas dan aerobik yang lebih besar, namun dengan total waktu yang dihabiskan lebih sedikit per latihan. Nah, lari interval merupakan salah satu latihan yang rutin dilakukan oleh Dihanis Arsita. Seperti 5x100 meter, 5x150 meter, back to back 3x3 seri 70 meter. 

“Lari interval dapat menambah daya tahan tubuh kita saat lari atau berkompetisi, biasanya aku latihan lari interval itu seminggu sekali atau dua kali,” ungkap Dihanis.

2. Fitness

Fitness merupakan latihan dasar Dihanis Arsita untuk menjaga kebugaran. Ia biasanya melakukan latihan squat, sit up dan leg press. Namun, pilihan latihan ini biasanya sesuai arahan pelatih. Kalau kamu biasanya melakukan latihan mandiri, tiga latihan yang dilakukan Dihanis bisa kamu contoh!

3. Lari di Area Menanjak (Tanjakan)

Latihan ketiga yang rutin dilakukan Dihanis adalah “tanjakan”. Istilah tersebut didapat karena latihan ini dilakukan di area yang menanjak. Menurut Dihanis latihan ini ia lakukan di dataran tinggi waktu pagi hari. Saat udara masih bersih. Tujuan latihan ini adalah menambah daya tahan kaki dan melatih pernapasan ketika berlari. 

“Kalau latihan ini jarang sekali. Terkadang sebulan sekali, terkadang dua minggu sekali melakukan tanjakan. Latihan ini termasuk yang sulit dan capek dilakukan, jadi ada jeda panjang melakukannya, hehehe,” jelas Dihanis.

4. Latihan Stabilisasi Otot 

Latihan stabilisasi juga sama pentingnya seperti lari interval. Seperti namanya, latihan stabilisasi otot berguna untuk meningkatkan kekuatan otot tubuh bagian atas. Dihanis biasanya melakukan sit up, pull up, back up dan plank. Latihan ini dilakukan hampir setiap hari oleh Dihanis. 

“Latihan stabilisasi otot bisa berguna untuk meningkatkan kelenturan,” kata Dihanis.

5. Latihan Koordinasi

Rahasia latihan Dihanis berikutnya adalah latihan koordinasi. Manfaat latihan ini tentunya bergam. Mirip seperti latihan stabilisasi, latihan koordinasi dapat meningkatkan kekuatan otot, menjaga keseimbangan tubuh dan meningkatkan konsentrasi. Elemen-elemen tersebut sangat diperlukan untuk sprinter.  

“Kalau untuk latihan koordinasi biasanya aku melakukan angkat paha, sepak pantat dan kijang gitu, kuncinya yang penting konsisten,” kata Dihanis. 

Energen Champion SAC Indonesia tahun 2022 telah sukses digelar. Kompetisi tersebut sebelumnya menjaring pelajar bertalenta dari sembilan Regional Qualifiers. Yakni Bali Nusa Tenggara (Mataram), Papua (Mimika), Yogyakarta (Yogyakarta), Kalimantan (Banjarmasin), East Java (Surabaya), North Sumatera (Medan), DKI Jakarta Banten (Jakarta), West Java (Bandung) dan Central Java (Semarang). 

Energen Champion SAC Indonesia merupakan kompetisi atletik paling akbar di Indonesia. Acara ini diadakan oleh Energen Champion, bekerja sama dengan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) dan DBL Indonesia. Energen Champion adalah minuman cokelat berenergi yang mengandung susu dan telur dari Mayora. (*)

  RELATED ARTICLES