Perpindahan tongkat estafet dalam babak penyisihan Energen Champion SAC National Championship

Estafet adalah satu-satunya olahraga beregu dalam perlombaan atletik. Juga bisa dibilang menjadi kompetisi paling seru cabang olahraga tersebut. Penonton selalu antusias untuk melihat perlombaan 4×100 meter, 4×200 meter, 4×400 meter, dan 4×800 meter. Terutama jika antar tim saling dekat dalam leg terakhir. Setiap detik waktu yang dihitung akan sangat berpengaruh dalam hasil keseluruhan lomba. 

Karena waktu sangat penting, pelari harus menyerahkan tongkat estafet kepada pelari berikutnya dengan mulus dan seefisien mungkin. Pertukaran tongkat yang lambat dan bermasalah dapat merugikan tim dalam perlombaan. Ada beberapa jenis teknik pertukaran tongkat estafet. Karena jarak setiap nomor estafet yang berbeda, pertukaran tongkat juga memerlukan strategi yang berbeda. 

Baca Juga: Mengenal Lari Estafet: Pengertian, Sejarah, Teknik Dasar dan Peraturan

Berikut adalah beberapa jenis pertukaran tongkat estafet:

Pertukaran Tongkat Non-Visual

Pertukaran non-visual biasanya digunakan untuk nomor estafet yang lebih pendek. Di nomor yang lebih pendek, pelari dapat menyerahkan tongkat estafet dengan kecepatan lebih tinggi, seperti dalam estafet 4x100 meter. Maksud dari pertukaran tongkat non visual adalah pelari penerima tak perlu melihat tongkat saat diletakkan di tangannya. 

Selain itu, pelari tak boleh menoleh dan menengok ke belakang untuk menerima tongkat estafet. Antar pelari dalam sebuah tim harus mencocokkan kecepatan sedekat mungkin saat handoff terjadi. Sehingga waktu yang dihabiskan dalam pertukaran tongkat lebih sedikit. Cara ini dapat menjadi tantangan bagi pelari karena mereka harus menyinkronkan akselerasi dengan kecepatan tertinggi tim pelari yang masuk. Saat ini, ada tiga jenis pertukaran non-visual upsweep, downsweep, dan push

Baca Juga: Yuk, Pahami Peraturan Lari Estafet

Upsweep

Upsweep biasa disebut sebagai "umpan buta." Tangan pelari yang melanjutkan perlombaan harus diangkat dan diposisikan di belakang setinggi pinggang dengan telapak tangan menghadap ke bawah. Posisi ini disukai pelari estafet karena terasa lebih alami untuk penerima. Pelari yang masuk mengayunkan tongkat ke tangan penerima dengan meletakkannya di antara ibu jari dan telunjuk

Downsweep

Selanjutnya, ada downsweep. Dalam teknik ini, pelari yang melanjutkan perlombaan akan membalik telapak tangannya ke atas untuk menerima tongkat. Di sini, ibu jari pelari yang keluar harus diputar ke bawah hingga membentuk huruf V. Pelari yang masuk akan meletakkan tongkat di tangan penerima. 

Downsweep mungkin sedikit lebih sulit. Pasalnya, menerima operan dari bawah ke atas karena handoff yang salah dapat terganggu dengan adanya gaya gravitasi. Jadi, dengan telapak tangan menghadap ke atas, ada area yang lebih besar untuk digunakan kedua pelari dan jika menahan handoff kurang sempurna, tongkat akan lebih mudah jatuh.

Push

Selama push pass, tangan penerima direntangkan sejajar dengan ibu jari menghadap langsung ke bawah. Pelari yang masuk mendorong tongkat secara vertikal ke tangan penerima. Karena operan ini non visual, pelari harus mengandalkan isyarat verbal untuk mengkoordinasikan operan. Dengan teknik ini, pelari biasanya meneriakkan sesuatu seperti kode.

Baca Juga: Jenis-Jenis Perlombaan dalam Lari Estafet

Pertukaran Visual

Pertukaran visual mengandalkan isyarat untuk memahami kapan dan di mana tongkat estafet akan diteruskan. Jenis handoff ini sering digunakan dalam relays dengan jarak yang lebih jauh. Pasalnya, pelari tak diharuskan berada pada kecepatan tinggi pada saat menerima tongkat estafet. 

Posisi awal paling efektif untuk pelari keluar adalah start berjongkok. Dalam posisi ini, pelari harus menghadap ke depan, satu kaki di depan kaki lainnya. Kemudian, tangan kiri harus diulurkan dan pelari yang masuk harus tetap berlari dengan kecepatan penuh saat mereka meletakkan tongkat ke tangan yang terulur. (*)

  RELATED ARTICLES