Siswa MTSN 3 Padang Sidimpuan Rifkiah Ahmad Arif menjadi jawara di Energen Champion SAC Indonesia - North Sumatera Qualifiers

Rifkiah Ahmad Arif dan Yaumil Fauziyah kompak mempersembahkan gelar juara untuk sekolah. Kedua murid MTSN 3 Padang Sidimpuan itu mengawinkan kemenangan untuk nomor lari 800 meter dalam gelaran Energen Champion Student Athletics Championships (SAC) Indonesia - North Sumatera Qualifiers. 

Untuk membawa pulang gelar tersebut, Rifkiah Ahmad Arif dan Yaumil Fauziyah harus menempuh jarak sekitar 420 kilometer. Dari Padang Sidimpuan menuju Medan. Lokasi Stadion Universitas Negeri Medan berada (Unimed). Dengan durasi perjalanan sampai sembilan jam. Mereka juga telah latihan dengan sungguh-sungguh, setelah keduanya mendalami atletik selama satu tahun. 

“Kepala sekolah mereka sangat mendukung termasuk guru olahraganya. Saya sebagai ayah dari Yaumil Fauziah tentunya senang,” kata Suwitno, pelatih Ziah, panggilan Yaumil Fauziah, dan Rifki, panggilan Rifkiah Ahmad Arif. 

Yaumil Fauziah (tengah) saat menerima penghargaan sebagai juara 800 meter putri

BACA JUGA: Juara Nasional Energen Champion SAC Indonesia 2022 Diberangkatkan ke Australia

Menurut Suwitno, Ziah terjun ke atletik setelah melihat fotonya bersama rombongan atlet ketika berlomba. Dari situlah dia menekuni cabang olahraga atletik. Sementara Rifki, dulunya sempat menggeluti sepak bola. Hanya saja sekarang lebih fokus ke atletik.

“Kedua anak didik saya ini rajin sekali kalau latihan. Misalnya Ziah, sebelum sekolah pukul 04.00 pagi, dia itu jogging sendiri. Malah biasanya dia yang membangunkan saya. Kalau Rifki ini memang rajin sekali dia,” ungkap Suwitno. 

BACA JUGA: Delegasi North Sumatera Qualifiers Siap Bersaing di National Championship!


Rifkiah Ahmad Arif saat menerima penghargaan sebagai juara nomor 800 meter putra

Suwitno berharap Energen Champion SAC Indonesia bisa diadakan satu tahun dua kali. Agar anak-anak memiliki kompetisi pasti yang bisa diikuti. Ia juga mengapresiasi gelaran SAC yang sangat meriah. 

Event ini juga bisa menghindarkan anak-anak dari pergaulan bebas dan aktivitas yang tidak berdampak positif. Jadi dengan kompetisi ini anak-anak bisa fokus untuk menyiapkan diri berkompetisi. Bukan fokus untuk melakukan hal-hal negatif,” katanya. 

“Kalau biaya saya banyak, ndak dua orang ini saja saya bawa. Mungkin lima sampai tujuh orang. Karena yang potensi meraih medali sekitar segitu. Saya membawa mereka ini biar mendapat pengalaman. Biar merasakan lomba skala besar itu seperti apa. Karena kan begini pengalaman orang itu. Apakah mereka minder melihat banyaknya orang atau tidak.”

BACA JUGA: Kebagian Roadshow Energen Champion SAC, SMK Letris Indonesia 2 Show Off!

Energen Champion SAC Indonesia menjaring anak-anak muda bertalenta dari sembilan Regional Qualifiers. Yakni Bali-Nusa Tenggara (Mataram), Papua (Mimika), Yogyakarta (Yogyakarta), West Java (Bandung), North Sumatera (Medan), DKI Jakarta-Banten (Jakarta), Kalimantan (Banjarmasin), Central Java (Semarang), dan East Java (Surabaya).

Energen Champion SAC Indonesia merupakan kompetisi atletik paling akbar di Indonesia. Acara ini diadakan oleh Energen Champion, bekerja sama dengan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) dan DBL Indonesia. Energen Champion adalah minuman cokelat berenergi yang mengandung susu dan telur dari Mayora. (*)

  RELATED ARTICLES